Cara Bernyanyi dan Memainkan Ukulele Secara Bersamaan
Apakah petikan gitar Anda berhenti begitu Anda mulai bernyanyi? Berikut ini cara langkah demi langkah untuk melakukan keduanya secara bersamaan, satu baris yang diulang setiap kali.
Petikan gitarnya akhirnya terdengar mulus. Tanganmu bergerak lancar, akord-akord berganti tanpa kamu sadari, dan suaranya terdengar cukup bagus. Lalu kamu membuka mulut untuk bernyanyi. Dan semuanya langsung berantakan. Petikan gitarnya tersendat, liriknya terlambat keluar, dan entah kenapa kamu jadi tidak bisa melakukan keduanya dengan benar lagi.
Aku pun menemui hambatan itu dan menatap tanganku sendiri sambil bertanya-tanya mengapa tiba-tiba tanganku itu lupa cara bekerja. Bukan bakat yang kurang darimu. Melainkan keahlian yang bisa kamu kembangkan dengan urutan yang tepat, selangkah demi selangkah. Mari kita bahas lebih lanjut.
Mengapa hal ini terasa mustahil pada awalnya
Bernyanyi sambil bermain alat musik menuntut otakmu untuk mengelola dua ritme yang berbeda secara bersamaan. Tanganmu yang memetik senar ingin mengikuti irama, sementara suaramu ingin mengikuti melodi, dan keduanya terus saling berebut sedikit perhatian yang sama.
Bayangkan saja seperti mengemudi sambil mengobrol. Saat pertama kali belajar mengemudi, berbicara dan mengemudikan mobil secara bersamaan adalah hal yang tak terbayangkan. Kini kamu bisa mengobrol dengan santai tanpa perlu berpikir dua kali, karena setirnya berjalan dengan sendirinya. Bernyanyi dan memetik gitar juga menggunakan trik yang sama. Kamu membuat satu bagian berjalan secara otomatis, lalu menambahkan bagian lainnya di atasnya. Itulah rahasianya, sebenarnya.
Langkah 1: Latih teknik memetik gitar hingga menjadi otomatis
Yang terpenting, tangan yang memetik gitar harus sudah bisa bergerak dengan sendirinya sebelum kamu menyanyikan satu nada pun. Jika kamu masih memperhatikan tanganmu atau memikirkan pergantian akord berikutnya, tidak akan ada sisa daya pikir yang bisa digunakan untuk suaramu.
Pilih satu pola yang sederhana dan mainkan terus sampai terasa membosankan. Alihkan pandanganmu dari tanganmu. Tonton TV sambil melakukannya. Seduh secangkir teh dengan tangan yang lain jika bisa. Tujuannya adalah agar petikan gitar itu tetap berjalan lancar bahkan ketika kamu sudah sama sekali tidak memperhatikannya lagi.
Cobalah dengan irama shuffle dua akor dasar agar tanganmu bisa mengulanginya dengan mudah:
Mulailah dengan petikan ke bawah yang stabil, lalu kembangkan dari situ.
Langkah 2: Senandungkan melodi sambil memetik gitar
Sekarang tambahkan melodi, tapi jangan masukkan liriknya dulu. Cukup bersenandung saja.
Bernyanyi pelan (humming) membawa melodi dan irama tanpa perlu repot-repot menyusun lirik, jadi ini adalah cara yang lembut untuk mempertemukan suara dan petikan gitar Anda untuk pertama kalinya. Jika petikan gitar Anda goyah begitu Anda mulai bernyanyi pelan, itu pertanda bagi Anda untuk kembali ke Langkah 1 sedikit lebih lama. Tak perlu malu. Kita semua pernah mengalaminya.
Gunakan akord yang sederhana saja di sini. Lagu seperti ini sudah cukup untuk dinyanyikan pelan-pelan:
Langkah 3: Ucapkan liriknya sesuai irama
Inilah langkah yang sering dilewatkan kebanyakan orang, dan menurut saya, inilah langkah yang menjadi kunci untuk membuka segalanya.
Sebelum menyanyikan liriknya, ucapkanlah lirik tersebut dengan lantang sambil mengikuti irama petikan gitar Anda. Tanpa melodi sama sekali, cukup ritme lirik yang mengikuti ketukan. Hal ini melatih mulut dan tangan Anda untuk selaras tanpa harus repot memikirkan nada.
Lakukan satu baris demi satu baris. Petik gitar, ucapkan baris tersebut sesuai irama, lalu ulangi. Begitu kata-katanya sudah terasa pas dengan irama, menyanyikannya sebenarnya hanya langkah kecil, bukan lompatan besar.
Langkah 4: Pilih lagu yang tepat
Lagu pertama yang kamu nyanyikan dan mainkan itu lebih penting daripada yang kamu kira, jadi pastikan kamu siap untuk sukses.
Perhatikan dua hal. Anda membutuhkan pola petikan gitar yang sederhana sehingga bisa dimainkan terus-menerus tanpa perlu berpikir, serta lirik yang tepat jatuh pada ketukan, bukan hanya mengambang di sekitarnya. Lagu-lagu dengan sinkopasi yang rumit (= kata-kata yang jatuh di antara ketukan, bukan tepat di atasnya) akan menjadi mimpi buruk pada tahap ini, jadi simpan dulu untuk nanti.
Pilihlah lagu yang sudah kamu hafal betul, sehingga melodi lagu tersebut sudah terngiang di kepalamu bahkan sebelum kamu mengambil ukulele. Lagu seperti “You Are My Sunshine” sangat cocok: hanya tiga akord, melodi yang sudah dikenal semua orang, dan lirik yang pas dengan irama.
Lagu klasik dengan tiga akor sangat cocok untuk percobaan pertamamu:
Langkah 5: Perlambat gerakannya dan ulangi satu baris
Kecepatan adalah musuh saat ini, jadi perlambat semua gerakan menjadi setengah dari tempo semula. Jika perlu, perlambat lagi, dan jangan merasa malu karenanya.
Ambil satu baris lirik lagu tersebut dan ulangi terus-menerus. Petik gitar, nyanyikan baris itu, lalu langsung kembali ke awal dan ulangi lagi. Jangan lanjut ke bagian berikutnya sampai baris itu terasa mudah. Setelah itu, tambahkan baris berikutnya dan ulangi kedua baris tersebut secara bersamaan.
Metronom UkuTabs adalah sahabat terbaikmu di sini. Atur kecepatannya pelan-pelan, sesuaikan petikanmu dengan iramanya, dan naikkan tempo sedikit demi sedikit hanya setelah bagian tersebut terasa lancar. Menaikkan tempo beberapa klik sekaligus adalah cara untuk membangun kecepatan yang sesungguhnya tanpa membuat keseluruhan permainan menjadi kacau.
Langkah 6: Kembalikan ke kecepatan semula
Begitu sebuah baris terasa mudah dan lambat, naikkan kecepatan metronom satu tingkat. Lalu satu tingkat lagi. Gabungkan baris-baris yang telah diulang tersebut hingga Anda bisa memainkan seluruh bait, lalu seluruh lagu.
Jika hal itu runtuh pada kecepatan tertentu, itu bukan kegagalan, melainkan hanya pertanda bagi kamu untuk menurunkan kecepatan beberapa tingkat dan bertahan di sana sedikit lebih lama. Kemajuan tidak pernah berjalan lurus, dan itu sangat wajar. Latihan membuat sempurna!
Beberapa tips yang bisa membuat perbedaan besar
- Pilihlah lagu yang sudah kamu hafal betul. Jika melodi lagu itu sudah ada di kepalamu, otakmu jadi tidak perlu repot mengurus satu hal lagi. Jika mau, nyanyikanlah lagu itu pelan-pelan di kamar mandi selama seminggu terlebih dahulu.
- Gunakan metronom. Alat ini membantu menjaga ketepatan petikan gitar Anda saat perhatian Anda teralihkan ke bagian bernyanyi.
- Rekamlah permainanmu. Ponselmu sudah cukup. Dengan mendengarkannya kembali, kamu bisa tahu persis di mana petikanmu tersendat atau ritmenya melenceng, hal yang hampir mustahil didengar saat itu juga. Awalnya memang terasa canggung, tapi anehnya sangat berguna setiap kali melakukannya setelah itu.
- Gunakan akord yang sederhana. Jika pergantian akord terlalu menyita perhatianmu, gantilah dengan bentuk akord yang lebih mudah saat kamu sedang belajar bagian nyanyiannya, lalu kembalikan ke bentuk yang lebih sulit nanti.
Kamu pasti akan sampai di sana
Saat pertama kali semuanya terasa klik—ketika tanganmu terus memetik senar dan liriknya mengalir dengan sendirinya—itu benar-benar salah satu perasaan terbaik dalam bermain ukulele. Rasanya seperti sihir, tapi sebenarnya itu hanya hasil dari langkah-langkah yang dilakukan dengan sabar. Percayalah, cara yang sabar justru adalah cara tercepat di sini.
Berbaik hatilah pada diri sendiri dan lakukan dengan perlahan. Latih petikan gitar hingga menjadi otomatis, senandungkan, ucapkan, lalu nyanyikan. Satu baris yang diulang demi satu baris, dan suatu hari nanti semuanya akan terasa pas.
Saya harap panduan ini telah membantu Anda akhirnya bisa bernyanyi dan bermain alat musik secara bersamaan. Teruslah berlatih dan nikmatilah! Jangan ragu untuk menghubungi saya kapan pun Anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang bernyanyi dan bermain alat musik secara bersamaan. Semoga berhasil dan selamat bersenang-senang!
Butuh masukan lebih lanjut?
Ingin menguasai ritme dengan sempurna sebelum menambahkan vokal? Mengapa tidak mencoba pola petikan gitar untuk pemula terlebih dahulu, lalu menjelajahi arsip lagu-lagu mudah untuk lagu pertama yang akan kamu nyanyikan bersama?